Pokok-pokok ajaran agama Islam
Pokok-pokok ajaran agama islam
Pokok-pokok ajaran
agama islam ada 3, yaitu :
1. Akidah
2. Syariah
3. Akhlak
Penjelasan:
1. Akidah
Dalam agama islam,
akidah ialah iman atau kepercayaan. Sumbernya yang asasi adalah Al-Quran. Iman
ialah segi teoritis yang dituntut pertama kali dari segala sesuatu untuk
dipercaya dengan suatu keimanan yang tidak boleh dicampuri oleh keraguan (Razak, 1998) .
Dikemukakan pula oleh Abu Bakar al Jazairi dalam kitab
Aqidah al-Mukmin: yang dinukil oleh Tim Depag RI, Pendidikan Agama Islam,
2000:102 bahwa “Akidah adalah sejumlah kebenaran yang dapat diterima secara
mudah oleh manusia berdasarkan akal, wahyu, (yang didengar) dan fitrah.
Kebenaran itu dipatrikan dalan hati, dan ditolak segala sesuatu yang
bertentangan dengan kebenaran itu”.
Akidah berisikan ajaran apa saja yang harus dipercayai,
diyakini, dan diimani oleh setiap orang islam. Karena agama Islam bersumber
kepada kepercayaan dan keimanan kepada Allah, maka akidah merupakan sistem
kepercayaan yang mengikat manusia. Seseorang dikatakan muslim jika dengan penuh
kesadaran dan ketulusan bersedia terikat dengan sistem kepercayaan Islam,
karena itulah akidah merupakan ajaran dasar Islam yang pertama dan utama.
2. Syari’ah
Syari’ah berarti jalan lurus, jalan yang lempang, tidak
berkelok-kelok, jalan raya. Penggunaan kata syari’ah bemakna peraturan, adat
kebiasaan, undang-undang, dan hukum. Dengan kata lain, syari’ah adalah suatu
tatacara pengaturan tentang perilaku hidup manusia untuk mencapai keridhaan
Allah SWT. Dalam Q.S. Al-Maidah yang artinya “Dan kami telah menurunkan
kepadamu Al-Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya ,
yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap
kitab-kitab yang lain itu, maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang
Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan
meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat
diantara kamu, kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah
menghendaki, niscaya kamu menjadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak
menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat
kebajikan. Hanya kepada Allah lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya
kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu”.
Sesuai dengan ayat-ayat Al-Quran di atas, maka syariah
mencakup seluruh aspek kehidupan manusia sebagai induvidu, masyarakat, dan
sebagai subyek alam semesta serta mengatur pula tata hubungan seseorang dengan
dirinya sendiri untuk mewujudkan sosok individu yang shaleh.
3. Akhlak
Akhlak adalah kondisi mental, hati, batin seseorang yang
mempengaruhi perbuatan dan perilaku lahiriyah. Apabila kondisi batin seseorang
baik dan teraktualisasikan dalam ucapan, perbuatan, dan perilaku yang baik
dengan mudah, maka hal ini disebut dengan akhlakul karimah atau akhlak
mahmudah. Jika sebaliknya maka hal tersebut disebut dengan akhlakul madzmumah.
Seseorang yang tidak berakhlakul karimah adalah laksana
jasmani tanpa rohani yang lambat laun akan merusak dirinya. Sehingga Nabi
diutus oleh Allah semata-mata untuk menyempurnakan akhlak.
Komentar
Posting Komentar