Air sebagai Faktor Luar yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan pada Biji Kacang Hijau
Bab II
Landasan
Teori
A. Tinjauan
Pustaka
Berdasarkan
dengan judul penelitian mengenai “Air Sebagai Faktor Luar yang Mempengaruhi
Pertumbuhan dan Perkembangan pada Biji Kacang Hijau” maka diperlukan penjelasan
mengenai pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan, dan faktor yang
mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan.
2.1 Pertumbuhan dan
Perkembangan pada Tumbuhan
2.1.1 Pengertian Pertumbuhan dan
Perkembangan
Pertumbuhan
merupakan proses pertambahan volume dan jumlah sel yang mengakibatkan bertambah
besarnya organisme. Pertambahan jumlah sel terjadi karena adanya pembelahan
mitosis, dan bersifat irreversiabel artinya organisme yang tumbuh tidak akan
kembali ke bentuk semula. Pertambahan jumlah sel terjadi karena adanya
pembelahan mitosis (Istamar, 2003). Pertumbuhan dan perkembangan merupakan
hasil interaksi antara faktor-faktor yang terdapat dalam tubuh organisme,
seperti sifat genetika yang ada dalam gen dan hormon yang merangsang
pertumbuhan.
Perkembangan adalah suatu proses kemajuan yang terjadi secara berangsur-angsur dari kompleksitas
rendah ke kompleksitas tinggi dan terjadi diferensiasi.Perkembangan dapat
dinyatakan melalui berbagai cara, mulai dari bagian tertentu suatu tanaman
sampai jumlah total perkembangan tanaman. Pada tanaman,
aktifitas perkembangan yang vital ini banyak tumpang tindih (Champbell, 2002).
Pertumbuhan apikal pada ujung akar dan ujung batang mendahului
morfogenesis dan diferensiasi. Tetapi pembesaran batang terjadi oleh karena
pembesaran sel – sel setelah morfogenesis dan diferensiasi berlangsung.
2.1.2 Tahap-Tahap
Pertumbuhan dan Perkembangan
Pertumbuhan pada tumbuhan dibedakan menjadi
pertumbuhan primer dan pertumbuhan sekunder. Pertumbuhan primer terjadi sebagai
hasil pembelahan sel jaringan meristem primer. Pertumbuhan primer
diakibatkan oleh aktivitas meristem apikal yang terdapat pada ujung akar dan
pucuk tunas, menghasilkan sel–sel bagi tumbuhan untuk tumbuh
memanjang (Champbell, 2002). Pada ujung akar, batang dan daun terdapat
sel-sel meristem yang dapat berdeferensisasi menjadi sel-sel yang memiliki
struktur dan fungsi khusus (Istamar, 2003). Pertumbuhan primer terdiri
dari tiga system jaringan yaitu jaringan dermal, jaringan pembuluh, dan
jaringan dasar. Pertumbuhan primer akan mendorong akar untuk menembus
tanah. Pada ujung akar terdapat tiga zona , yaitu zona pembelahan sel, zona
pemanjangan, dan zona pematangan (Champbell, 2003).
Aktivitas kambium mengakibatkan pertumbuhan sekunder
yaitu besar batang dan akar tanaman. Pertumbuhan sekunder yaitu adanya
aktivitas penebalan secara progersif. Pertumbuhan sekunder
diakibatkan aktivitas meristem lateral, silinder – silinder yang bterbentuk
dari sel – sel yang membelah ke samping di sepanjang tunas dan pertumbuhan
sekunder kearah dalam membentuk xylem dan kearah luar membentuk
floem (Champbell, 2002). Bermacam ragam bentuk yang dihasilkan dari proses
pertumbuhan dan perkembangan, yang pertama adalah pembelahan sel, pembesaran
dan periklinan (Salisbury dan Cleon, 2002).
2.2 Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan
Perkembangan
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan adalah faktor dari dari dalam maupun faktor dari luar.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan adalah faktor
intern dan ekstern (Salisbury dan Cleon, 2002). Faktor dari dalam
(intern) yaitu faktor yang terdapat pada tanaman itu sendiri berupa
hormon – hormon dan faktor dari luar (ekstern) yaitu faktor
lingkungan hidup tumbuhan tersebut. Faktor intern meliputi zat dan hormon
tumbuh yang berperan penting dalam proses perrtumbuhan. Hormon adalah
suatu senyawa yang dihasilkan oleh salah satu bagian tubuh dan kemudian
diangkut ke bagian tubuh yang lain, dimana hormon tersebut akan memicu respon –
respon di dalam sel dan jaringan sasaran. Hormon, berpengaruh dalam proses
pembelahan sel dan pemanjangan sel untuk proses pertumbuhan (Yandaru,
2001) . Secara umum hormon mengontrol pertumbuhan dan perkembangan
tumbuh dengan cara ,mempengaruhi pembelahan, pemanjangan, dan diferensiasi
sel. Hormon tumbuhan meliputi auksin, sitokinin, giberelin, asam absisat,
dan etilen (Champbell, 2002). Hormon auksin berfungsi pada pemanjangan
dan diferensiasi sel. Hormon sitokinin berfungsi sebagai pertumbuhan,
perkembangan dan pembungaan. Hormon giberalin berfungsi pada pertumbuhan,
pemanjangan dan perkecambahan. Asam absisat berfungsi untuk stomata. Sedang
hormon etilen berfungsi dalam pematangan buah.
Faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan yaitu intensitas cahaya, air, nutrisi, suhu atau kelembaban, dan
oksigen. Peran nutrisi adalah sebagai penunjang pertumbuhan dan perkembangan.
Cahaya sangat berpengaruh karena dengan adanya cahaya dapat melakukan
fotosintesis.Perkembangan sangat dipengaruhi oleh lingkungan yaitu cahaya
(Salisbury dan Cleon, 2002). Oksigen pada pertumbuhan dan perkembangan
merupakan bahan utama untuk respirasi. Air berfungsi untuk perkecambahan
biji dan menjaga kelembaban media (Salisbury dan Cleon, 2002).
B. Kerangka
Pemikiran
Judul :
Air Sebagai Faktor Luar yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan
Perkembangan pada Biji Kacang Hijau
Tujuan : Untuk mengetahui bagaimana air dapat mempengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan tumbuhan kacang hijau.
C. Rumusan
Hipotesis
1. Peran
air dalam proses pertumbuhan dan perkembangan adalah untuk proses fotosintesis.
2. Air
sebagai makanan dan nutrisi bagi tumbuhan.
BAB III
A. Tempat
dan Waktu Penelitian
Tempat : SMA Negeri 1 Kepanjen
Waktu penelitian : Rabu, 11 September 2018 sampai Rabu,
18 Sseptember 2018
B. Metode
Penelitian
Dalam
penyusunan laporan ini penulis menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan
melakukan eksperimen langsung.
C. Populasi
dan Sampel
Populasi : Tumbuhan berkeping dua
Sampel : Biji kacang hijau
D. Teknik
Pengumpulan Data
Teknik
pengumpulan data yang kami lakukan adalah dengan melakukan observasi. Observasi merupakan suatu pengamatan dengan
menggunakan indera penglihatan. Dalam kegiatan pengamatan, observer (pengamat)
belum mengajukan pertanyaan-pertanyaan khusus yang terkait dengan masalah
penelitian. Data yang diperoleh merupakan
data yang segar karena langsung diamati dari subjek pada saat terjadinya
tingkah laku dan keabsahan alat ukur dapat diketahui secara langsung.
E.
Teknik Analisis
Data
Teknik analisis data yang kami gunakan adalah teknik
kuantitatif yakni dengan mengamati ukuran tumbuhan.
Komentar
Posting Komentar